Minggu, 14 Juni 2009

TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN

TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN


Tugas perkembangan menurut Robert J. Havighurs adalah sebagian tugas yang muncul pada suatu periode tertentu dalam kehidupan individu, yang merupakan keberhasilan yang dapat memberikan kebahgian serta memberi jalan bagi tugas-tugas berikutnya.

Tugas-tugas perkembangan tersebut merupakan pengharapan atas apa yang akan diakukan oleh seseorang pada masa perkembangannya. Tugas-tugas ini bersifat normatif, on time, dan diharapkan serta diantisipasi oleh individu.

Havighurst (Kimmel, 1995: 15) menawarkan suatu konsep tugas perkembangan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap atau fungsi yang diharapkan dapat dicapai oleh individu pada setiap tahap perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan ini harus dicapai sebelum seorang individu melangkah ke tahapan perkembangan selanjutnya. Apabila seorang individu gagal dalam memenuhi tugas perkembangannya, maka ia akan sulit untuk memenuhi tugas perkembangan fase selanjutnya. Atau, apabila ia gagal melaksanakan tugas perkembangannya pada waktu yang tepat, maka ia akan mengalami kesulitan untuk menyelesaikannya di waktu yang lain, atau melaksanakan tugas perkembangan pada tahapan yang lebih lanjut.



Berikut akan dipaparkan tugas-tugas perkembangan dari masing-masing fase:
A. Tugas perkembangan masa kanak-kanak
Menurut psikologi perkembangan, setiap individu sejak kelahirannya sampai memasuki masa tua selalu disertai dengan tugas-tugas perkembangan. Keberhasilan setiap individu dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan akan melahirkan individu yang memiliki kepribadian yang sehat dan dewasa. Namun apabila tugas-tugas perkembangan tersebut gagal dilaksanakan/ dipenuhi maka akan lahir individu-individu yang memiliki gangguan kepribadian bahkan gagguan jiwa. Akan lebih bijaksana bila orang tua mengetahui tugas-tugas perkembangan anak-anak mereka, sehingga orang tua dapat membantu dan memberikan sikap yang benar terhadap anak-anak mereka menuju individu/pribadi yang sehat dan dewasa.

Tugas perkembangan fase bayi dan kanak-kanak Secara kronologis (menurut urutan waktu), masa bayi (infancy atau babyhood) berlangsung sejak individu manusia dilahirkan dari rahim ibunya sampai berusia sekitar setahun.
Sedangkan masa kanak-kanak (early childhood) adalah masa perkembangan berikutnya yakni usia setahun hingga usia antara lima atau enam tahun. Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat, tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan keluarganya. Oleh karena itu, fungsionalisasi lingkungan kelauarga pada fase ini penting sekali untuk mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama lingkungan sekolah.

1. Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi kegiatan-kegiatan belajar
sebagai berikut :
a. Belajar memakan makanan keras, Misalnya mulai dengan bubur susu, bubur beras, nasi dan seterusnya.
b. Belajar berdiri dan berjalan, Misalnya mulai dengan berpegang pada tembok atau sandaran kursi.
c. Belajar berbicara, Misalnya mulai menyebut kata ibu, ayah dan nama-nama benda sederhana yang ada disekelilingnya.
d. Belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dari tubuhnya, Misalnya mulai dengan meludah, membuang ingus dan seterusnya.
e. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan, dan bersopan santun seksual.
f. Mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti mulai siap mengenal huruf, suku kata dan kata-kata tertulis,
g. Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ibunya, dengan ayah, saudara kandung, dan orang-orang disekelilingnya.
h. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk, juga antara hal-hal yang benar dan salah, serta mengembangkan atau membentuk kata hati (hati nurani).

2. Tugas perkembangan fase anak-anak Masa anak-anak (late childhood) berlangsung antara usia 6 sampai 12 tahun dengan ciri-ciri utama sebagai berikut :
 Memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok sebaya (peer group)
 Keadaan fisik yang memungkinkan/mendorong anak memasuki dunia permainan dan pekerjaanyang membutuhkan ketrampilan jasmani
 Memiliki dorongan mental untuk memasuki dunia konsep, logika, simbol dan komunikasi yang luas.

Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa perkembangan kedua ini meliputi kegiatan belajar dan mengembangkan hal-hal sebagai berikut :
a. Belajar ketrampilan fisik yang diperlukan untuk bermain, Seperti lompat jauh, lompat tinggi, mengejar, menghindari kejaran dan seterusnya.
b. Membina sikap yang sehat (positif) terhadap dirinya sendiri sebagai seorang individu yang sedang berkembang, Seperti kesadaran tentang harga diri (self-esteem) dan kemampuan diri (self efficacy).
c. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya sesuai dengan etika moral yang berlaku di masyarakatnya.
d. Belajar memainkan peran sebagai seorang pria (jika ia seorang pria) dan sebagai seorang wanita (jika ia seorang wanita).
e. Mengembangkan dasar-dasar ketrampilan membaca, menulis dan berhitung (matematika atau aritmetika).
f. Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan kehidupan sehari-hari.
g. Mengembangkan kata hati, moral dan skala nilai yang selaras dengan keyakinan dan kebudayaan yang berlaku dimasyarakatnya.
h. Mengembangkan sikap objektif/lugas baik positif maupun negatif terhadap kelompok dan lembaga kemasyarakatan.
i. Belajar mencapai kemerdekaan atau kebebasan pribadi sehingga menjadi dirinya sendiri yang independen (mandiri) dan bertanggung jawab.

B. Tugas perkembangan masa remaja
Dengan memahami tugas-tugas perkembangan remaja, maka kita sebagai seorang pendidik atau seorang dewasa yang terlibat dalam penanganan masalah remaja dapat memotivasi remaja dan menolong remaja memenuhi tugas-tugas perkembangannya. Walaupun demikian, janganlah kita sebagai pendidik menempatkan posisi tugas perkembangan ini sebagai suatu paksaan kepada remaja.

Segalanya kembali kepada individu tersebut, pada apakah ia telah menyelesaikan tugas-tugas perkembangan tahap sebelumnya dengan baik, dan pada hambatan-hambatan yang dialaminya saat menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya yang sekarang. Apabila kita menganggap tugas-tugas perkembangan itu seperti PR yang harus diselesaikan tepat waktu, dan penuh tekanan. Biarlah sang remaja menyelesaikan sendiri tugas-tugas perkembangannya menurut caranya, sementara kita orang dewasa membantunya bila ia menemui kesulitan dalam menyelesaikan tugas perkembangannya.

1. Tugas-tugas perkembangan seorang remaja menurut Havighurst adalah sebagai berikut :
a. Mencapai suatu hubungan yang baru dan lebih matang antara lawan jenis yan seusia.
b. Dapat menjalankan peran sosial maskulin dan feminin.
c. Menerima keadaan fisik dirinya sendiri dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif.
d. Mengharapakan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab.
e. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya.
f. Mempersiapkan karir ekonomi.
g. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga.
h. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan utnuk berperilkau dan mengembangkan ideologi.

Seorang remaja dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya dapat dipisahkan ke dalam tiga tahap secara berurutan (Kimmel, 1995: 16). Tahap yang pertama adalah remaja awal, di mana tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya sebagai remaja adalah pada penerimaan terhadap keadaan fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif. Hal ini karena remaja pada usia tersebut mengalami perubahan-perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan, berat badan, panjang organ-organ tubuh, dan perubahan bentuk fisik seperti tumbuhnya rambut, payudara, panggul, dan sebagainya.

Tahapan yang kedua adalah remaja madya, di mana tugas perkembangan yang utama adalah mencapai kemandirian dan otonomi dari orang tua, terlibat dalam perluasan hubungan dengan kelompok baya dan mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan; dan belajar menangani hubungan heteroseksual, pacaran dan masalah seksualitas.

Tahapan yang ketiga adalah remaja akhir, di mana tugas perkembangan utama bagi individu adalah mencapai kemandirian seperti yang dicapai pada remaja madya, namun berfokus pada persiapan diri untuk benar-benar terlepas dari orang tua, membentuk pribadi yang bertanggung jawab, mempersiapkan karir ekonomi, dan membentuk ideologi pribadi yang di dalamnya juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik.

Demikianlah, penjelasan mengenai tugas-tugas perkembangan remaja sebagai satu bagian dalam memahami remaja sebagai suatu masa transisi. Diharapkan, pada saat ini kita telah sampai pada pemahaman bahwa sesungguhnya masa remaja adalah masa transisi yang menjembatani masa kanak-kanak yang tidak matang ke masa dewasa yang matang. Macam transisi yang berbeda akan membawa pengaruh yang berbeda pula bagi individu yang mengalaminya.

Demikian pula dengan bagaimana cara kita melihat transisi tersebut akan mempengaruhi bagaimana kita dapat memahami apa yang dialami dan dirasakan oleh remaja. Selanjutnya, kita akan melihat perubahan dan perkembangan apa yang dialami oleh individu selama masa remajanya.

2. Psikologi perkembangan remaja dapat di pisahkan dengan pengkategorian melalui kesulitan kesulitan yang sering dialami oleh remaja,tuntutan psikologi untuk remaja serta periode pada saat kita remaja. Sejumlah kesulitan yang dialami kaum remaja merupakan bagian yang normal dari perkembangan ini. Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain :
a. Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya periang dan berseri-seri dan yakin.
b. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat.
c. Membolos
d. Perilaku anti social, seperti suka menganggu, berbohong, kejam, dan agresif
e. Penyalahgunaan obat bius
f. Psikosis
C. Tugas perkembangan masa dewasa awal
a. Memilih pasangan hidup
b. Belajar hidup dengan suami atau istri
c. Memulai kehidupan berkeluarga
d. Membimbing dan merawat anak
e. Mengolah rumah tangga
f. Memulai suatu jabatan
g. Menerima tanggung jawab sebagai warga negara
h. Menemukan kelompok sosial yang cocok dan menarik.

D. Tugas Perkembangan masa setengah baya
a. Memperoleh tanggung jawab sosial dan warga negara
b. Membangun dan memperthankan standar ekonomi
c. Membantu anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia
d. Membina kegiatan pengisi waktu senggang orang dewasa
e. Membina hubungan dengan pasanga hidup sebagai pribadi
f. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisik sendiri
g. Menyesuaikan diri dengan pertambahan umur
E. Tugas perkembangan orang tua
a. Menyesuaikan diri dengan menurunya kesehatan dan kekuatan fisik
b. Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan menurunya pendapatan
c. Menyesuaikan diri yterhadap meninggalnya suami/istri
d. Menjalin hubuingan dengan perkumpulan manusia usia lanjut
e. Memenuhi kewajiban sosial dan sebagai warga negara
f. Membangun kehidupan fisik yang memuaskan

Menurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainya, yaitu fisik, psikis serta emosional, moral dan sosial.


















DAFTAR REFERENSI

Walgito, Bimo. Pengantar Psikologi Umum . Edisi III. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fak. Psikologi UGM. 1981
Irwanto dkk. Psikologi Umum. J akarta: Gramedia. 1994.
Widayatun, Tri Rusmi. Ilmu Perilaku, Infomedia. 1999.
Hamalik, Omar. Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 2007.
Dahlan, Djawad & Syamsu Yusuf. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rieneka Cipta. 2004
http://www.geocities.com/sebaya01/perkembangan.htm
http://www.geocities.com/guntoroutamadi/artikel-remaja-tugas-perkembangan.html
http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/11/19/tugas-tugas-perkembangan-anak/
http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/tugas-tugas-perkembangan-remaja.html
http://apadefinisinya.blogspot.com/2009/03/tugas-tugas-perkembangan.html
http://www.mail-archive.com/syiar-islam@yahoogroups.com/msg06824.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar