Senin, 23 Maret 2009

ILMU PENDIDIKAN

MAKALAH
KENAKALAN PELAJAR
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu pendidikan
 Yang di bimbing oleh Bapak Drs. Moh. Kosim, M.Ag












Oleh :
IMAM SYAFII
(180 713 199)





SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI 
(STAIN) PAMEKASAN 
JURUSAN TARBIYAH TADRIS BAHASA INGGRIS (TBI)
November 2008
KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul KENAKALAN PELAJAR (pengertian kenakalan pelajar, dampak negatif dan upaya menanggulanginya). Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW serta kepada pengikutnya sampai akhir zaman.
Kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam penyusunan makalah ini, kami mengucapkan terima kasih khusus kepada Bapak Moh Qosim, M. Ag. selaku dosen pembina dari mata kuliah Ilmu Pendidikan.
Dan kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya. Karena itu, saran dan kritik dari para pembaca sangat kami harapkan dan akan diterima dengan hati terbuka.
Akhirnya kepada-Nya jualah kami mohon taufik dan hidayah-Nya, semoga makalah ini bermanfaat. Amin Ya Rabbal Al-amiin.



Pamekasan, 05 November 2008

Penulis 









DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 
A. Latara Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1 
BAB II PEMBAHASAN 
A. Pengertian Kenakalan Pelajar 2
B. Dampak Negatif Kenalan Belajar 4
C. Upaya Menanggulangi Kenakalan Pelajar 6
BAB III PENUTUP  
A. Kesimpulan 10
B. Saran 10
DAFTAR PUSTAKA











 
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dengan semakin majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan semakin cepatnya perubahan arus globalisasi maka salah satu kelompok yang rentan sekali terbawa arus perubahan zaman adalah pelajar. Hal ini dikarenakan mereka memilik karakteristi tersendiri yang unik, labil, sedang dalam taraf pencarian jati diri. Mereka mengalami masa transisi dari masa remaja menuju status dewasa.
Kenakalan pelajar juga menimbulkan kecemasan tersendiri dalam masyarakat karena akibat dari kenakalan pelajar dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Pelajar diharapkan menjadi kader-kader militan serta calon-calon pemimpin bangsa yang akan melanjutkan perjuangan bangsa di masa yang akan datang. Jangan sampai mereka tergelincir dalam jurang kehinaan yang akan membawa mereka ke jurang kenistaan dan penyesalan. Jangan sampai mereka menjadi kuncup bunga yang gugur sebelum mampu mekar dan menyebarkan bau harum.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kenakalan pelajar bersifat kodrati yang tidak bisa dihilangkan tetapi kita hanya berusaha menangkal atau meminimalisir dengan cara-cara bijak agar tidak berakibat fatal yang dapat merugikan dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat banyak.
B. RUMUSAN MASALAH 
Dalam permasalahan ini penulis lebih menekankan pemahaman kita tentang apa penyebab kenakalan pelajar serta cara mengatasinya. Pertanyaan yang menjadi analisa dalam penulisan makalah ini adalah:
Apakah pengertian dari kenakalan pelajar?
Apa saja jenis-jenis kenakalan pelajar serta dampak negatifnya? Serta 
Bagaiman cara mengatasinya/upaya menanggulangi kenakalan pelajar? 
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI KENAKALAN PELAJAR
Definisi kenakalan pelajar menurut para ahli
• Santrock 
"Kenakalan pelajar merupakan kumpulan dari berbagai perilaku pelajar yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal." 
• B. simanjuntak
Memberikan pengertian kenakalan pelajar sebagai perbuatan dan tingkah laku, perkosaan terhadapa norma-norma hukum pidana dan pelanggaran terhadap kesusilaan yang dilakukan oleh pelajar .
• Kartono 
Kenakalan pelajar merupakan gejala patologis sosial pada pelajar yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang". 
• Paul Muedikdo, SH
Kenakalan adalah semua perbuatan penyelewengan dari norma-norma kelompok tertentu untuk menimbulkan keonaran dalam masyarakat dan semua perbuatan dari orang dewasa merupakan suatu kejahatan bagi anak-anak yang merupakan kenakalan yang menjadi hukum pidana seperti mencuri, menganiaya dan sebagainya, begitu juga semua perbuatan yang membutuhkan perlindungan sosial.
Dalam Bakolak inpres no: 6 / 1977 buku pedoman 8, dikatakan bahwa kenakalan remaja/pelajar adalah kelainan tingkah laku / tindakan remaja/pelajar yang bersifat anti sosial, melanggar norma sosial, agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat. 
• Singgih D. Gumarso (1988 : 19),
Beliau mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu : (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum ; (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. 
• Sunarwiyati S (1985) 
“Menurut bentuknya beliau membagi kenakalan pelajar kedalam tiga tingkatan ; (1) kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit (2) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil/sepeda motor tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin (3) kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan pelajaran dalam penelitian”.  
“Kenakalan pelajar adalah suatu sikap atau perilaku pada seorang pelajar yang hanya ingin mencari perhatian saja dari teman-temannya dan para guru dengan cara berbuat keonaran atau berbuat kerusuhan baik di dalam kelas maupun diluar kelas tanpa menghiraukan akibat dari perbuatannya itu mengganggu orang lain atau tidak”.  
Perbuatan-perbuatan menyimpang pelajar yang dilakukannya dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat dapat dikategorikan sebagai sebuah “kenakalan”. Namun seberapa kecilpun kenakalan yang dilakukan pelajar apabila kurang mendapat perhatiaan, teguran maupun penjelasan untuk memperbaikinya, akan menyebabkan seseorang terlanjur melakukan yang lebih parah lagi sehingga dapat dikategorikan tindak kejahatan.
Dari uaraian definisi diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa kenakalan pelajar adalah perilaku yang menyimpang dari norma-norma kesopanan, kesusilaan maupun norma hukum yang dilakukan pelajar. Perilaku-perilaku tersebut dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang-orang disekitarnya.
B. DAMPAK NEGATIF KENALAN BELAJAR

Setiap perbuatan yang dilakukan seseorang baik individu ataupun kelompok tidak akan lepas dari nampak negatif yang ditimbulkan. Hal itu merupakan sebuah konsekuensi logis dari setiap perbuatan buruk manusia khususnya pelajar. Begitu juga dengan kenakalan yang dilakukan oleh pelajar akan menimbulkan dampak negatif baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat sekitarnya.
Ada beberapa contoh kenakalan pelajar dan dampak negatif kenakalan pelajar diantaranya adalah:
a). Ngebut, yaitu mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang melampaui kecepatan maksimum yang di tetapkan, sehingga dapat mngganggu bahkan membahayakan pemakai jalan yang lain.
b). Peredaran pornografi di kalangan pelajar, baik dalam bentuk gambar-gambar cabul atau tidak senonoh, majalah dancerita porno yang dapat merusak moral anak, sampai perdaran obat-obat perangsang nafsu seksual, kontrasepsi penyalahgunaan barang-barang elektronik (missal internet dan handphone) dan sebagainya .
c). Anak-anak yang suka pengrusakan-pengrusakan terhadap barang-barang atau milik orang lain seperti mencuri, membuat corat-coret yang mengganggu keindahan lingkungan, mengadakan sabotase dan sebagainya.
d). Membentuk kelompok atau gang dengan ciri-ciri dan tindakan yang menyeramkan, seperti kelompok bertato, kelompok berpakaian acak-acakan, blackmetal. Yang di ikuti oleh tindakan yang tercela yang mengarah pada perbuatan anarkis.
e). Berpakaian dengan mode yang tidak sesuai dengan keadaan lingkungan, missal: memakai rok mini, youcansee, mamakai pakaian yang serba ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya, sehingga di pandang kurang sopan di mata lingkunganya.
f). Mengganggu/mengejek orang-orang yang melintas di depanya, jika menoleh atau marah sedikit saja di anggapnya membuat gara-gara untuk dikerjain dan sebagainya.
Perkelahian antar pelajar (tawuran)
 Dampak negatif dari kenakalan yang dilakukan pelajar:
1. Dampak negatif kenakalan pelajar pada dirinya sendiri.
a. Penurunan prestasi belajar sehingga berpengaruh bagi pendidikannya.
b. Apabila kenakalannya berupa ngebut, tidak pakai helm maka rawan terjadinya kecelakaan yang bisa berakibat fatal bahkan bisa menyebabkan kematian
c. Tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas karena pendidikannya diabaikan 
d. Terbengkalainya pendidikan {menghambat pendidikannya} sehingga berakibat akan kehidupanny di masa depan.
e. Apabila kenakalan pelajar tersebut sudah menjurus kedalam bentuk pelanggaran, misalnya mabuk-mabukan, free sex bahkan narkoba selain berakibat bagi kesehatannya juga mengakibatkannya bisa mendekam dalam penjara.
f. Menimbulkan frustasi
g. Dihantui rasa takut akan kesalahan atau pelanggaran yang telah ia perbuat.
2. Dampak negatif kenakalan remaja kepada orang tua 
a. Keluarga terpecah belah, sering berantem. Karena kebanyakan mereka yang salah pergaulan susah diatur.
b. Perbuatan-perbuatan melanggar yang dilakukan si pelajar bisa mencemarkan nama baik orang tua.
c. Menjadi bahan pembicaraan orang lain 
d. Kekecewa orang tua terhadap anak, karena harapan mereka yang dibebankan di atas pundak putera-puteri ternyata telah diabaikan.
e. Kekhawatiran orang tua terhadap perkembangan anak yang berpengaruh bagi kehidupan masa depannya.
f. Kurangnya interaksi lagi antara anak dan orang tua 
3. Dampak negatif kenakalan pelajar pada Lingkungan
a. Tidak akan disukai teman-temannya lagi karena kebanyakan siswa-siswi tidak menyukai anak yang suka berbuat onar.
b. Akan sulit dipercaya oleh temannya dan masyarakat 
c. Anak itu akan dikucilkan oleh teman-temannya dan mesyarakat {dianggap rendah martabatnya}
d. Semua orang tidak akan menerima keberadaannya.

C. UPAYA MENANGGULANGI KENAKALAN PELAJAR

Dalam makalah ini kami berusaha mengupas sedikit upaya menanggulangi kenakalan pelajar agar tidak menjerumus ke dalam tindak kriminal yang akan berakibat fatal bagi masa depannya.
Menurut Kartini Kartono untuk menanggulangi kenakalan pelajar adalah:
1. Memberi kesempatan kepada pelajar untuk meremasi dengan cara yang baik dan sehat
2. Banyak mawas diri, melihat kekurangan/kelemahan sendiri, dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik
3. Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevant dengan kebutuhan pelajar zaman sekarang serta kaitannya dengan pengembangan bakat/potensi pelajar.
Upaya penanggulangan kenakalan pelajar yang paling pertama ditangani oleh seseorang adalah kemauan/keinginan dalam jiwa pelajar tersebut diantaranya:
a. Pelajar itu sendiri
1. Pandai-pandai bergaul, serta pilih-pilihlah teman bergaul jangan bergaul dengan teman yang sering bikin onar, berandalan, suka mabuk-mabukan, narkoba, perilaku kumpul kebo maupun free sex .
2. Sebagai seorang educated person seharusnya kita mampu mengendalikan emosi kita.
3. Seorang pelajar harus berbicara jujur dan tidak sombong, sikap yang sederhana atau menyesuaikan diri.
4. Isilah waktu luangmu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, misalnya ikut kegiatan ekstrakulikuler, membuat kelompok belajar, ataupun ikut kursus.
5. Sebagai seorang pelajar ia harus memusatkan seluruh perhatiannya kepada pelajaran untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya
6. Malu berbuat jahat, agar remaja tidak salah langkah dalam hidup ini adalah menumbuhkan rasa malu melakukan perbuatan yang tidak benar atau jahat. Memberikan penjelasan akan baik-buruknya sesuatu sejak dini sangat berpengaruh bagi perkembangan anak.
7. Takut akibat perbuatan jahat, setelah kita paham akan baik-buruknya sesuatu langkah berikutnya untuk bisa menjauhi perbuatan yang melanggar adalah dengan menanamkan rasa takut akan akibat yang ditimbulkan dari tindakan tersebut.
8. Pelajarilah pendidikan agama secara mendalam agar tidak mudah terpengaruh pergaulan buruk lingkungan (keluarga, sekolah dan masyarakat).
b. Orang tua
Peranan orang tua dalam hal ini dapat mengambil dua sikap:
1. Upaya menanggulangi kenalan pelajar yang bersifat preventif
Upaya ini dilakukan orang tua bertujuan untuk menjauhkan anak dari perbuatan buruk, misalnya:
a. Berusaha menjaga agar hubungan antar anak dan orang tua tetap harmonis dalam satu ikatan keluarga, apabila ada masalah antar anak dan orang tua cobalah komunikasikan/musyawarahkan bersama.
b. Pengawasan dan perlindungan terhadap anak oleh orang tua, awasilah kemana dan dengan siapa mereka bergaul.
c. Menanamkan rasa disiplin dari orang tua pada anak
d. Memberikan tauladan yang baik bagi anak.
e. Pencurahan kasih sayang dari kedua orang tua terhadap anak
f. Menanamkan pengetahuan agama sejak dini kepada anak.
2. Upaya menanggulangi kenakalan pelajar yang bersifat represif
Orang tua hendaknya ikut serta secara aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk menanggulangi masalah kenakalan pelajar seperti menjadi anggota pada badan kesejahteraan. 
Pola penanggulangan kenakalan pelajar yang bersifat represif adalah sebagai berikut:
a. Memahami sepenuhnya akan latar belakang dari pada masalah kenakalan yang menimpa anaknya
b. Mengadakan introspeksi sepenuhnya akan kealpaan yang telah diperbuatnya
c. Membuat catatan perkembangan pribadi anak sehari-hari
d. Meminta bantuan para ahli {psikolog atau sosial} dalam mengawasi perkembangan anak, apabila dipandang perlu

c. Guru
Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam menanggulangi kenalan yang dilakukan pelajar.
Adapun langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah :
a. Berikanlah pengertian dan teladan tentang latihan kemoralan.
b. Guru mengharuskan mereka disiplin baik dalam pakaian dan disiplin dalam kelas seperti melarang anak – anak berbicara dalam kelas 
c. Berikanlah motivasi kepada anak didiknya.











BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Keluarga mempunyai andil yang sangat besar dalam perkembangan anak. Keluarga sebagai kompenen terkecil dimana proses pendidikan anak dimulai pertma kali. Oleh karena itu, pengawasan dari orang tua terhadap perubahan tingkah laku anak sangat diharapkan
Apabila lingkungan keluarga tidak harmonis yaitu mengalami hal yang telah disebut diatas seperti keluarga broken hoome disebabkan perceraian, kebudayaan bisu dan perang dingin serta kesalahan pendidikan akan mempengaruhi kepada anak yang dapat menimbulkan kenakalan belajar.
Namun bukan berarti lingkungan tidak berpengaruh dalam kenakalan pelajar tetapi pengaruh lingkungan sangat bergantung dari matangnya pendidikan anak saat dalam keluarga khususnya pendidikan moral dan agama.
Oleh karenanya kami berusaha menguraikan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kenakalan pelajar.

B. SARAN
Agar kita harus mampu menanggulangi kenakalan pelajar kita harus bersama-sama berupaya memahami dampak-dampak yang akan diakibatkan oleh kenakalan pelajar. Kenakalan pelajar tidak hanya akan berakibat bagi pelakunya sendiri tetapi juga orang lain. Maka perlunya peran serta orang tua, guru dan anggota masyarakat untuk bersama-sama mengawasi perkembangan pelajar di sekitar kita







DAFTAR PUSTAKA

Atmasasmita, Ramli. Problema kenakalan Anak/remaja {Juridis, sosio, kriminologi}. Bandung: Armico. 1984
http://www.depsos.go.id/Balatbang/Puslitbang%20UKS/2004/Masngudin.htm
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/05/kenakalan-pelajar.html
http://www.anneahira.com/narkoba/index.htm
http://yuda1000.multiply.com/journal/item/6
http://rahmarusydayanti88.blogspot.com/2008/05/kenakalan-peserta-didik.html
http://tomyho.wordpress.com/kenakalan-remaja/
http://h4b13.wordpress.com/2008/01/14/kiat-mengatasi-kenakalan-remaja/
http://www.duniaesai.com/psikologi/psi8.html
Basri, Hasan. Remaja Berkualitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2004
Alfarabi, Faruq. Dialog Remaja. Jombang: Lintas Media. 2002
Faisal, Sanapiah. Sosiologi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasiaonal. 1997

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar